Life Begins at 20 by Bong Chandra

Senang di bulan Oktober ini berkesempatan ikut NYPEC, National Youth Professional Entrepreneur Conference yang diadain Gereja Mawar Sharon 21-22 Oktober 2011. Pada waktu itu motivasiku adalah pingin mencari jalan juga untuk memasarkan Fruit Pudding Lucky Bakery’s my sis yah (bahasa kerennya: build network) itung-itung juga dah lama ga ikutan seminar kaya gini, hehe.. Pembicaranya keren-keren pula (sebut saja Andy F. Noya host Kick Andy Show, Bong Chandra, Paulus Bambang dan sejumlah pengusaha-pengusaha yang sukses). Setelah dipikir ga rugi kok investasi IDR 199.000 untuk 2 hari seminar. Akhirnya aku pesan tiket lewat seorang teman yang berjemaat di gereja sana.
 
Sesi seminar dibuka dengan praise αиϑ worship. Tema NYPEC 2011 adalah Rise & Shine! (sampai-sampai ada theme song’nya juga). Dan yang ikutan seminar ini ada sekitar 2.000 an orang. Tapi salut buat panitia yang udah menyiapkan dengan apik jadilah acara bisa berjalan teratur. Setiap peserta seminar mendapatkan 1 (satu) buah bag komplet dengan pernak-pernik seperti magazine, notebook, pen hingga business directory. Cuma emang dibutuhkan sedikit kesabaran karena banyak peserta jadi harus pake antri dulu ☺ 

Ada sharing session oleh Bapak Boyke Gozali (Mitra Adi Perkasa), Ps. Caleb, Ps. Andreas Nawawi (CEO & Vice President Director Lippo Karawaci Tbk.), Ms. Kristen (U.S. Consulate General). Most of them are sharing about entrepreneurship spirit. About PASSION, CREATIVITY & TALENT!
 
Next, still sharing from the other entrepreneurs, who are still so young yet very talented
. Dan yang paling berkesan menurutku adalah sesi dari Bong Chandra, seorang motivator muda yang sudah kondang. Why? Stay tune then =p

“Dulu banyak orang yang percaya dengan istilah “
Life begins at 40”. Mereka percaya bahwa proses pendewasaan kehidupan baru akan dimulai pada saat kita berusia 40 tahun. Namun saya percaya Tuhan senang menyatakan kuasanya melalui kelemahan-kelemahan kita. Tuhan senang menyatakan kuasanya melalui anak-anak muda dan mereka yang sering dipandang sebelah mata. Tuhan rindu untuk membangkitkan generasi Yosua pada zaman akhir ini.
Namun realita yang sering terjadi saat ini sangatlah bertolak belakang. Begitu banyak anak muda di zaman ini yang menghabiskan waktunya untuk kesenangan sementara. Sebagian besar dari mereka percaya bahwa masa muda hanya datang sekali seumur hidup dan bukan untuk disia-siakan begitu saja.
Untuk meraih kesuksesan, selalu ada harga yang harus dibayar. Dan seringkali kita hanya mempunyai dua pilihan untuk membayarnya: bayar sekarang atau bayar nanti. Dunia mengajarkan kita untuk membayarnya nanti, Dunia menawarkan kita untuk hidup dalam kemudahan dan mengikuti arus. Namun ingat, hanya ikan mati yang mengikuti arus, ikan hidup selalu melawan arus. Bayarlah harganya sekarang juga, karena ketika kamu diam dan tidak melakukan apapun, seseorang akan mengambil jatahmu. >> “Tuhan tidak membenci orang malas, namun Ia mengijinkan orang rajin untuk mengambil rejeki darinya” suka sekali dengan quote ini *jempol*
Kerjakanlah apa yang anak muda lain tidak kerjakan, maka anda akan mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan. Karena segala sesuatu akan indah pada waktunya bila anda menabur pada waktunya

Bong memegang prinsip membantu orang lain untuk suskses adalah awal kesuksesan kita! >>Saya juga sependapat, hehe..
Sebaliknya, “Berpikir untuk diri sendiri adalah awal dari kemiskinan”. “Untuk menjadi sukses, tidak ada cara yang lebih baik daripada membantu orang lain untuk menjadi sukses.” Menurutnya, ini adalah sebuah paradigma (cara pandang) yang menarik dan agak berbeda dari paradigma umum. Banyak orang berpikir untuk mencapai kesuksesan, kita harus mengambil sesuatu dari orang lain.
 
“Saya mengenal seorang sosok yang luar biasa, Dr. Matius Yusuf, MM., MBA. Beliau adalah Marketing Direktur dari Agung Podomoro Group, salah satu developer terbesar di Indonesia. Dari awal saya mengenal beliau, saya selalu menawarkan stand gratis di semua seminar yang saya adakan, untuk memamerkan properti yang beliau jual. Saya yang mengumpulkan ribuan orang, Pak Matius bisa buka stand di setiap seminar saya secara gratis.
            Saya lakukan itu terus-menerus. Saya tidak pernah berpikir kapan Pak Matius akan ‘membayar’ kembali apa yang sudah saya berikan. Saya juga tidak pernah meminta Pak Matius harus mempromosikan saya sebagai balasannya. Tetapi apa yang terjadi? Tanpa perlu saya meminta, beliau bersedia meluangkan waktunya menjadi pembicara tamu dalam event seminar akbar BEST Education & Training, Global Wealth Summit (GWS), 30 Januari 2010 di Jitec Mangga Dua Square Jakarta. Kehadiran Beliau otomatis meningkatkan ‘nilai jual’ dari GWS yang dihadiri oleh lebih dari 5.000 orang tersebut.
            Mitra saya, Bapak Johannes, beliau adalah orang yang selalu memberi, memberi dan memberi. Saat saya mulai masuk ke pasar Surabaya, beliau sangat banyak membantu saya. Beliau tidak pernah meminta syarat apa pun dari bantuan yang diberikan. Tidak pernah sekalipun beliau berkata, “Pak Bong, berhubung saya sudah banyak membantu anda, ingat saya kalau ada proyek atau bisnis.” Saya akan langsung teringat pada beliau setiap kali mendapatkan peluang bisnis yang menguntungkan. Saya akan share bagian saya pada beliau karena beliau sudah terlebih dahulu menjadi malaikat untuk saya. Sudah cukup banyak usaha yang kami jalankan bersama, salah satunya usaha salon mobil Free Car Wash di Bandung dan proyek perumahan kami di Ciledug.

Mulai hari ini rubahlah paradigma anda. Dari yang tadinya merasa lebih enak jika diberi menjadi lebih enak kalau memberi. “Giving is rich”. Anda tidak perlu menunggu sampai anda kaya untuk bisa memberi sesuatu kepada orang lain. Memberi tidak harus dalam bentuk uang. Jika anda tidak punya uang, anda bisa memberi dalam bentuk waktu, pikiran, ide dan masih banyak yang lain.

Jika anda bertanya kapan waktu yang paling tepat, jawabannya adalah: sekarang! Tidak ada waktu yang paling tepat untuk memulai membantu orang lain. Mulailah dari sekarang. Anda harus mengubah cara pandang anda kalau memberi jauh lebih baik daripada menerima, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah. Giving is rich.* (Revolution Magz) 

Berikut poin-poin yang dituturkan dengan intonasi yang jelas membuat orang tetap bersemangat meskipun sudah seharian duduk mendengar seminar:
a. Be sensitive in positive way » empathy
Ketika segala sesuatu berjalan tidak semestinya, bersiap untuk berpindah ke pot yang lebih besar.
✓  Berikan jeda (saat teduh) » rely on God and stop using logic for a moment
✓  Naluri sebagai seorang murid untuk belajar
✓  Start from small thing [Ask for more]

b. Berani berkata tidak pada yang baik, supaya kita bisa berkata yes pada yang hebat » Kompromi membawa pada kegagalan

c. Berani menciptakan tantangan » Focus more on wealthstyle than lifestyle

d. Daur ulang kesusahan kita
Book: Unlimited Wealth Extended (tunggu kalo saya sudah beli & buat summary’nya, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮..)
 
Success: Be humble & keep learning..<div class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"Suasana Kick Andy Talkshow dadakan

Suasana Kick Andy Talkshow dadakan

Advertisements