Tuhan Membangun Iman Anda

Ehm, ini merupakan mini series yg aku temukan di CPG (aplikasi BlackBerry untuk Renungan Harian) dari tanggal 1-5 mei kemarin.

❖  1 Mei 2012 >> Tuhan Membangun Iman Anda melalui Mimpi
Hal pertama yang Tuhan lakukan untuk membangun iman Anda adalah memberi Anda mimpi. Ketika Allah ingin bekerja dalam hidup Anda, Dia selalu akan memberi Anda mimpi – tentang diri Anda sendiri, tentang apa yang Dia inginkan untuk Anda lakukan, tentang bagaimana Dia akan menggunakan hidup Anda untuk berdampak di dunia.

Ada banyak contoh seperti dalam Alkitab berikut:
▪  Tuhan memberi Nuh mimpi untuk membangun sebuah bahtera.
▪  Tuhan memberi Abraham mimpi untuk menjadi Bapa dari suatu bangsa yang besar.
▪  Tuhan memberi Yusuf mimpi menjadi seorang pemimpin yang akan menyelamatkan umat-Nya.
▪  Tuhan memberi Nehemia mimpi untuk membangun tembok sekeliling Yerusalem.

Nah, pertanyaannya sekarang mungkin adalah Bagaimana Anda tahu jika mimpi itu berasal dari Allah atau itu hanya sesuatu yang mungkin Anda pikirkan sendiri? Alkitab mengatakan kepada kita bahwa, “…dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” (Efesus 3:20)

Dengan kata lain, jika mimpi itu datang dari Tuhan, hal itu akan berdampak sangat besar dalam hidup Anda sehingga Anda tidak bisa melakukannya sendiri. Jika Anda bisa melakukannya sendiri, Anda tidak memerlukan iman.

Dia mungkin akan berbicara kepada Anda sekarang, namun Anda belum mengenali untuk apa hal itu. Mimpi yang Anda miliki – ide, konsep, hal yang sudah Anda pikirkan untuk dilakukan yang akan sangat bermanfaat bagi orang lain – darimana menurut Anda ide itu berasal?

Tuhan juga tidak akan pernah memberitahu Anda untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran-Nya. Dengan kata lain, Dia tidak akan memberi Anda mimpi untuk meninggalkan keluarga dan anak-anak Anda serta pindah ke Hollywood untuk menjadi bintang film, misalnya :D. Jika Anda punya mimpi seperti itu, maka Anda dapat mengetahui itu bukan dari Allah.

Tuhan memulai dengan mimpi ketika Dia bekerja dalam kehidupan Anda untuk membangun iman.. Sudahkah tau apa mimpi Anda 😉

❖  2 Mei 2012 >> Tuhan Membangun Iman Anda melalui Keputusan (Yak 1:6,8)
Setelah Tuhan memberi Anda mimpi, lamgkah berikutnya untuk membangun iman Anda adalah keputusan. Allah menantang Anda untuk melakukan sesuatu untuk mencapai impian Anda
            Tidak ada yang akan terjadi pada mimpi itu sampai Anda bangun dan melakukan
action. You have to make decision: ”I’ll do it!” Banyak orang telah bermimpi tetapi mereka tidak pernah masuk ke langkah dua: membuat keputusan untuk mempercayai Tuhan dan mengikuti impian mereka.
            Yakobus berkata, “Tetapi orang yang meminta, harus percaya; ia tidak boleh ragu-ragu. Sebab orang yang ragu-ragu adalah seperti ombak di laut yang ditiup kesana kemari. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatudari Tuhan.” (Yakobus 1:6-7)
(Seketika seperti di (o`☐´)づ)˚з°) *plakkk rasanya..Ya Tuhan, ampuni hambaMu ini yang kadang suka bimbang dan galau (‾ ʃƪ ‾))
            “Iman adalah kata kerja. Iman itu aktif dan bukan pasif. Iman adalah sesuatu yang Anda lakukan. Pengambilan keputusan adalah kegiatan yang membangun iman. Anda menggunakan otot-otot iman Anda.”
            Pengambilan keputusan yang berdasarkan iman mebutuhkan 2 hal:
Pertama, Anda harus memutuskan untuk menginvestasikan waktu, uang, reputasi, dan energi. Anda meletakkan diri di garis depan, You take the risks. You’ll say: “God, you’ve told me to do this and I’ll be faithful in doing it!”
            Kedua, Anda harus melepaskan keamanan. Anda tidak dapat bergerak dalam iman dan terus bertahan di masa lalu pada saat yang sama. You have to move forward.
▪  Allah mengatakan kepada Abraham bahwa Dia akan membuatnya menjadi Bapa dari bangsa yang besar, dan itu berarti Abraham harus meninggalkan rumahnya untuk tujuan yang tidak diketahui.
▪  Musa harus melepaskan posisinya di kerajaan Firaun untuk melakukan kehendak Allah.
▪  Nehemia melepaskan pekerjaan yang aman dalam rangka pergi membangun tembok di sekitar Yerusalem.Sebuah ilustrasi bagus untuk menggambarkan rencana Allah adalah pemain sirkus akrobat yang menggunakan trapeze. Mereka berayun di udara memegang balok trapeze, kemudian mereka melepaskannya dalam rangka untuk mencengkeram balok trapeze lain dan berayun ke sisi lain. Tapi, pada satu titik dalam proses tersebut mereka tidak berpegangan pada balok sama sekali. Mereka melayang di udara untuk sepersekian detik.
            Apakah Anda pernah berada dalam karir, di mana Anda akan meninggalkan satu pekerjaan untuk pekerjaan yang lain tanpa pegangan apapun diantaranya? Tetapi jika Anda tidak melepaskan masa lalu dan meraih visi yang Tuhan ingin Anda miliki, Anda akan berayun kembali ke tempat semula. Itulah sebabnya Allah membawa Anda ke titik keputusan, sehingga iman Anda akan terbangun saat Anda berayun menuju mimpi yang Tuhan telah berikan untuk Anda ☺.
 
❖  3 Mei 2012 >> Tuhan Membangun Iman Anda melalui Penundaan
Saat Anda sudah membuat keputusan untuk mengikuti mimpi yang Allah tempatkan di hati Anda, Anda tetap akan mengalami penundaan. Tuhan tidak akan mewujudkan impian Anda segera karena ini merupakan langkah selanjutnya untuk membangun iman Anda.
            Dalam Habakuk 2, Tuhan berkata bahwa hal-hal yang Dia rencanakan tidak akan terjadi segera. Perlahan-lahan namun pasti, waktu semakin mendekati ketika visi itu akan terpenuhi.
            Dalam fase membangun iman ini, kemungkinan besar Anda akan mulai bertanya-tanya, “Kapan, Tuhan? Kapan Engkau akan menjawab doa saya?”
            Dan kita tidak suka menunggu. Kita tidak suka menunggu di kantor seorang dokter, atau dalam kemacetan lalu lintas, atau di restoran, atau untuk hal lain. Tapi apa yang paling kita benci adalah menunggu Janji Tuhan.
            Pernahkah Anda terburu-buru ketika Tuhan tidak terburu-buru? Ini sangat menjengkelkan! Anda merasa sudah siap, tetapi sepertinya Tuhan tidak. Tuhan ingin bekerja dalam diri Anda sebelum Dia mengerjakan proyek-Nya untuk hidup Anda.
            Setiap orang percaya harus melalui Universitas Belajar Menunggu (UBM). Beberapa dari kita masih belum mendapat gelar sarjana dari UBM!
o   Nuh menunggu 120 tahun sejak dia mulai membangun bahtera itu sampai mulai hujan.
o   Abraham diberitahu bahwa ia akan menjadi bapa suatu bangsa yang besar dan tidak memiliki anak sampai dia berusia 99
o   Tuhan memberitahu Musa dia akan memimpin orang-orang keluar dari 400 tahun perbudakan, tapi kemudian membuat dia menunggu di padang gurun sekitar 40 tahun.
o   Yusuf menghabiskan bertahun-tahun di penjara sebelum Allah membangkitkan dia untuk menjadi penguasa.Mengapa kita menunggu? Hal ini mengajar kita untuk percaya pada Tuhan. Kita belajar bahwa waktu-Nya adalah sempurna. Salah satu fakta yang harus kita pelajari adalah: penundaan dari Tuhan tidak pernah menghancurkan tujuan-Nya.
            Penundaan bukanlah penyangkalan. Anak-anak harus belajar membedakan antara “Tidak” dan “Belum”. Sering kali kita berpikir Tuhan berkata, “Tidak”, tetapi sebenarnya Dia berkata, “Belum”.
 
❖  4 Mei 2012 >> Tuhan Menggunakan Kesulitan untuk Membangun Iman Anda
Dalam rangka membangun iman Anda, Allah akan memberi Anda mimpi, lalu Dia akan mendorong Anda untuk membuat keputusan, tetapi Dia akan membiarkan penundaan, karena dalam penundaan itu, Dia mempersiapkan Anda untuk hal besar yang akan datang.
            Anda mengalami kesulitan bukan karena Dia tidak peduli tentang Anda, melainkan itu adalah salah satu cara Tuhan mendorong Anda untuk memiliki iman yang mendalam.
Saat penundaan dari Allah, Anda akan menghadapi dua jenis kesulitan: kondisi dan kritikus. Allah merancangnya seperti ini karena Dia tahu kita bertumbuh semakin kuat ketika menghadapi kesulitan dan oposisi.
Ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke padang gurun menuju Tanah Perjanjian, dia harus menghadapi masalah demi masalah.
Pertama tidak ada air.
Lalu tidak ada makanan.
Lalu ada sekelompok pengeluh.
Lalu ada ular berbisa.
Musa melakukan apa yang Tuhan inginkan untuk dia lakukan, tapi dia masih punya masalah.
            Daud diangkat menjadi raja, dan kemudian untuk beberapa tahun berikutnya dia diburu oleh Saul.
            Yusuf bermimpi menjadi penguasa, namun dia dijual sebagai budak dan dijebloskan ke penjara atas tuduhan palsu dimana dia merana dan terlupakan.
            Alkitab mengatakan bahwa ketika Musa meninggal, Yosua ditunjuk sebagai pemimpin baru. Musa memimpin orang-orang di padang gurun dan kemudian Yosua memimpin mereka ke Tanah Perjanjian. Apakah Yosua mendapatkan bagian yang mudah? Alkitab mengatakan bahwa ketika orang Israel memasuki Tanah Perjanjian, ada raksasa di tempat itu. Bahkan di Tanah Perjanjian juga ada masalah!
            Allah melakukan ini karena Dia sedang membangun iman dan karakter kita. Ketika kita akhirnya tiba ke tempat dimana kesulitan menjadi begitu buruk, dimana kita telah mencapai batas kita, dimana kita sudah mencoba segalanya dan kelelahan, tibalah saatnya Allah memulai sebuah karya besar melalui hidup kita.
Tuhan mengijinkan kesulitan terjadi untuk membentuk iman dan karakter kita, sehingga kita mampu dipakai untuk melakukan hal-hal yang besar..
 
❖  5 Mei 2012 >> Tuhan Memakai Jalan Buntu untuk Membangun Iman Anda
Ketika pengejaran mimpi Anda memburuk dari sulit menjadi tidak mungkin, ketika situasi terlihat sepertinya tidak ada harapan, Selamat! Anda berada di dalam jalur yang sama dengan para pejuang iman lainnya.
            Jika Tuhan dapat membangkitkan orang mati secara fisik. Dia bisa membangkitkan orang yang mati secara emosional.
Dia bisa membangkitkan pernikahan yang mati.
Dia dapat membangkitkan Anda dari masalah kesehatan.
Jika Tuhan dapat membangkitkan orang mati.
Dia bisa melakukan apa saja..
            Dalam situasi Abraham, Tuhan berkata, “Aku ingin kamu menjadi Bapa bangsa yang besar,” tapi kemudian Abraham harus menunggu sampai dia berusia 99 tahun sebelum dia memiliki anak. Alkitab menunjukkan situasi Abraham berubah dari sulit menjadi mustahil. Dia melihat pada dirinya dan berkata, “Tidak!” Lalu dia melihat istrinya dan berkata, “Lebih tidak mungkin!”
Tapi Sarah akhirnya hamil dan mereka tertawa mengenai hal itu. Ketika bayi lahir, mereka menamainya Ishak, yang berarti tertawa.
            Tuhan seringkali mengijinkan masalah berubah menjadi kemustahilan. Ketika Anda menghadapi jalan buntu Anda mungkin bertanya, “Apa yang terjadi Tuhan? Apakah saya telah keluar dari kehendak-Mu? Apakah saya telah melewatkan visi-Mu?” Perlu diingat bahwa jalan buntu merupakan bagian dari rencana Allah bagi Anda. Jalan buntu dapat menjadi bagian dari rencana Allah untuk menyatakan mujizat-Nya dalam kehidupan kita.
 
Summarized from Daily Devotional by Rick Warren

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s